Sabtu, 18 Juli 2009
E-GOVERNMENT
e-Government secara umum dapat didefinisikan sebagai penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kinerja dari fungsi dan layanan pemerintah tradisional. Lebih spesifik lagi, e-government adalah “penggunaan teknologi dijital untuk mentransformasi kegiatan-kegiatan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan penyampaian layanan.”
Tujuan dari e-government ialah penyampaian layanan pemerintah kepada masyarakat dengan lebih efektif. Umumnya, semakin banyak layanan online yang tersedia dan semakin luas penggunaan layanan tersebut, maka akan semakin besar dampaknya terhadap e-government.
e-Government hanya akan berhasil apabila ada permintaan dan dukungan yang kuat dari sebagian besar masyarakat. Beberapa permintaan ini akan datang dari meningkatnya kesadaran akan peluang yang ditawarkan oleh penyampaian layanan pemerintah yang lebih cepat dan lebih baik. Masyarakat dan kalangan bisnis juga perlu dimotivasi untuk menggunakan layanan e-goverkonten dijital yang dapat diakses, menarik, dan relevan. Secara khusus, hal-hal berikut harus diimplementasikan untuk meningkatkan permintaan dan dukungan bagi layanan e-government:
• Mengembangkan infrastruktur penyediaan layanan umum satu pintu yang multi-channel, meliputi pusat layanan masyarakat ―berbentuk fisik‖ (di Indonesia, dikenal dengan layanan satu atap) dan tempat akses publik (public access point) lainnya seperti telecentre, call center, portal web, dan portal mobile;
• Mengimplementasikan ukuran-ukuran yang akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap transaksi yang didukung TIK dan berbagai interaksi lainnya dalam lingkungan dijital;
• Meningkatkan pengembangan konten mobile dan online yang mudah digunakan, menarik, dan relevan, termasuk yang dikenal dengan ‘killer applications’; dan
• Mengimplementasikan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan aktsesibilitas dan keterjangkauan TIK serta konten mobile dan online.
Keempat tujuan berikut dapat dicapai ketika proyek-proyek e-government sukses diimplementasikan:
• Layanan pemerintah online
• Pemerintah “tanpa kertas “
• Pemerintah berbasis pengethuan
• Pemerintah yang transparan
Untuk mencapai keempat tujuan tersebut, e-government pada level negara, provinsi, dan lokal harus dibangun. Ada tiga tugas besar dalam tiap tingkatan pemerintahan tersebut:
a) menginovasi layanan masyarakat (G2C)
b) menginovasi layanan bisnis (G2B)
c) menginovasi cara kerja pemerintah (G2G).
Inovasi Layanan Masyarakat (G2C) dan Layanan Bisnis (G2B) (Front-Office Delivery)
Layanan G2C mencakup penyebaran informasi kepada publik serta layanan dasar masyarakat sedangkan transaksi G2B meliputi berbagai layanan antara pemerintah dan komunitas bisnis. Layanan G2C elektronik atau yang berbasis TIK ditandai dengan sebuah sistem pertukaran informasi pemerintah dan aplikasi-aplikasi berbasis Internet yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses informasi dan layanan lainnya dengan menggunakan sebuah portal online yang single window. Portal seperti itu menyediakan layanan-layanan masyarakat seperti:
• Pemrosesan dan penerbitan berbagai surat izin/perizinan dan sertifikat
• Informasi terhadap hal-hal legislatif/administratif dan hukum-hukum yang berkaitan
• Jasa pembayaran, termasuk pajak dan pembayaran iuran sosial
• Kesempatan untuk berpartisipasi dalam administrasi pemerintahan melalui permintaan pendapat publik dan pemungutan suara elektronik.
Penyampaian G2B elektronik yang efektif membutuhkan pengaplikasian TIK sebagai berikut:
• Sistem e-procurement terintegrasi — misalnya sebuah sistem pengadaan pemerintah yang single-window dimana semua proses-proses terkait pengadaan, seperti pendaftaran, tender, kontrak, dan pembayaran, dilakukan melalui Internet.
• Sebuah sistem e-customs yang akan melancarkan administrasi bea cukai dalam industri ekspor impor dan menciptakan larangan penyelunduran yang efektif.
• e-Commerce untuk mendukung penjualan dan pembelian barang dan jasa secara online.
Inovasi Cara Kerja Pemerintah (G2G) (Back-Office Delivery)
Penggunaan G2G elektronik bertujuan untuk mereformasi proses kerja internal pemerintah untuk meningkatkan efisiensi. Lebih spesifik lagi, mereformasi proses kerja pemerintah menggunakan TIK diharapkan mampu memberikan hasil-hasil sebagai berikut:
• Sistem pelaporan antara pemerintah daerah dan pusat menjadi terhubung, sehingga meningkatkan akurasi.
• Ada pertukaran informasi antar lembaga dalam bentuk penggunaan basisdata bersama. Hal ini meningkatkan efisiensi.
• Pertukaran ide dan sumber daya antar lembaga-lembaga pemerintah.
• Pengambilan keputusan terkolaborasi melalui konferensi video.
Sistem Informasi Keuangan Nasional Terintegrasi: manajemen aktivitas keuangan nasional secara real-time dengan menghubungkan 23 sistem terkait keuangan yang beroperasi secara independen di berbagai lembaga pemerintah.
Sistem Informasi Pemerintah Daerah: Otomatisasi dari 232 urusan pemerintah daerah, seperti pendataaan penduduk dan real estate, keuangan, dan perpajakan pada level kota, desa dan distrik.
Sistem Informasi Pendidikan dan e-Learning: jaringan informasi negara yang menghubungkan sekolah-sekolah, kantor dinas pendidikan provinsi dan lembaga-lembaga dibawahnya, dan Departemen Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Pertukaran Dokumen Elektronik Pemerintah: e-Processing, meliputi persiapan, penyetujuan, pendistribusian, serta penyimpanan seluruh dokumen pemerintahan.
Sistem G2G membutuhkan hal-hal seperti berikut:
• Penetapan proses-proses pekerjaan secara elektronik
• Pemrosesan dokumen elektronik
• Sistem manajemen pengetahuan (Knowledge management system)
Visi, objektif, strategi
Rencana jangka panjang dengan visi dan strategi yang jelas adalah sangat penting dalam implementasi e-government. Pendekatan tambal sulam dan setengah-setengah tidak akan berhasil. Pendekatan yang efektif adalah dengan berpikir dan berpandangan yang luas (rancangan top-down), namun memulai dengan tugas-tugas yang kecil dan berprioritas (bottom-up) selama proses implementasi. Singkatnya, keberhasilan e-government membutuhkan:
• Visi yang jelas dari pemimpin
• Dukungan yang kuat dari masyarakat
• Penetapan agenda
Hukum dan Peraturan
Adalah penting untuk merencanakan waktu dan usaha yang cukup untuk perubahan legislatif yang mungkin diperlukan untuk mendukung implementasi proses yang baru. Aturan hukum berikut perlu dicanangkan demi keberhasilan e-government:
• Hukum privasi dan isu terkait
• Hukum terkait perubahan proses bisnis dan sistem informasi
• Hukum terkait arsitektur teknologi informasi pemerintah dan pendirian sebuah pusat komputer terintegrasi.
Struktur organisasi
Usaha yang dibutuhkan dalam bidang ini tidak boleh dianggap enteng. Restrukturisasi organisasi mempengaruhi sekitar 30 sampai 50 persen dari keseluruhan usaha. Perubahan dalam struktur organisasi harus direncanakan dengan matang dan diimplementasikan dengan sistematis. Hal-hal penting yang mempengaruhi perubahan organisasi adalah sebagai berikut:
• Kepemimpinan yang kuat dengan komitmen
• Perencanaan - manajemen TI dan manajemen perubahan
• Persiapan anggaran dan pelaksanaan anggaran
• Koordinasi dan kolaborasi
• Pemantauan dan pengukuran kinerja
• Kemitraan pemerintah-sektor swasta-masyarakat
Proses Bisnis
Cara mengerjakan bisnis yang sedang berlangsung saat ini bisa jadi bukanlah langkah yang paling tepat atau efektif. Salah satu alat untuk melakukan inovasi proses bisnis adalah Business Process Reengineering (BPR). BPR meliputi perancangan ulang alur kerja dalam/antar level departemen untuk meningkatkan efisiensi proses (misal, untuk menghapuskan inefisiensi dalam proses kerja)
Teknologi informasi
Teknologi informasi berubah dengan cepat. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih teknologi dan vendor adalah:
• Tingkatan dari teknologi aplikasi yang dibutuhkan
• Infrastruktur jaringan
• Interoperabilitas
• Standarisasi
• Kemampuan teknis dan SDM
Faktor-faktor Risiko dalam Penerapan e-Government
Telah banyak diketahui bahwa implementasi e-government di banyak negara tidak menemui harapan. Salah satu studi menunjukkan bahwa 35 persen dari program-program e-government di dunia mengalami kegagalan, 50 persen adalah kegagalan parsial, dan hanya 15 persen yang dianggap berhasil.3 Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kegagalan penerapan e-government di negara berkembang meliputi:
• Kurangnya kesepakatan dalam sistem administrasi publik: penolakan internal oleh pemerintah
• Kurangnya rencana dan strategi: e-government diperkenalkan dengan setengah-setengah dan tidak sistematik
• Kurangnya SDM: kurangnya pengembangan kapasitas institusi dan personel
• Tidak adanya rencana investasi
• Kurangnya vendor sistem dan TI
• Ketidakmatangan teknologi: terlalu menekankan teknologi atau penerapan yang berorientasi teknologi
• Implementasi yang terburu-buru tanpa persiapan dan pengujian yang cukup.
Tantangan yang paling penting ialah menyadari bahwa tidak ada solusi tunggal yang cocok untuk semua situasi. Asia dan Pasifik dikenal dengan konteks politik, ekonomi, sosial, dan pemerintahan yang sangat beragam, yang masing-masing memerlukan pendekatan yang berbeda-beda.
Jumat, 12 Juni 2009
Minggu, 24 Mei 2009
Progres PA
Fase 1
A. Judul Proyek Akhir
“SISTEM INFORMASI RAWAT JALAN PADA KLINIK UMUM & RUMAH BERSALIN KARNADI DENGAN VISUAL BASIC 6.0”.
B. Latar Belakang Masalah
Efisiensi menjadi salah satu kunci bagi suksesnya penyelenggaraan kerja di suatu instituti. Setiap organisasi baik lembaga pemerintah maupun dunia usaha swasta dituntut untuk mampu melaksanakan fungsi manajemen dengan baik yang mampu memberikan pelayanan yang cepat, akurat, dan efisien.
Berbagai cara untuk mencapai tujuan pemberian pelayanan tersebut dilakukan oleh setiap pengelola dunia usaha maupun dunia industri. Seiring dengan perkembangan dunia usaha yang semakin pesat maka pelaku dunia usaha dituntut untuk memamfaatkan komputer untuk penciptaan sistem akuntansi yang efektif dan efisien, terutama dalam hal penyajian informasi bagi pihak manajemen maupun pihak luar perusahaan. Salah satu cara untuk mencapai sistem akuntansi tersebut adalah dengan memamfaatkan teknologi informasi yang sedang berkembang.
Salah satu perkembangan teknologi informasi yang beredar saat ini adalah teknologi berbasis komputer. Teknologi berbasis komputer dan komunikasi data pada saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan pesatnya perkembangan bidang teknologi informasi. Banyak orang memikirkan suatu sistem pelayanan bagi masyarakat luas, khususnya di bidang kesehatan. Tanpa mengindahkan kenyamanan pelayanan hanya dengan sisstem yang sederhana. Melalui system basis data maka pelayanan kepada masyarakat akan dapat terpenuhi dengan baik dari segi kenyamanan maupun segi keefisiensian.
Pengolahan data termasuk dalam pengolahan data dengan bantuan program yang dieksekusi sistem komputer. Program data dimasukkan ke dalam sistem komputer lewat unit masukan (input). Sedangkan alur informasi yang ada diatur sedemikian rupa sehingga alur informasi mulai dari pasien datang hingga pasien pulang dikerjakan secara baik sehingga para pelaku (pihak klinik maupun pasien) yang membutuhkan informasi dapat dengan segera memperoleh dengan cepat. Hal ini dapat berdampak pada tingkat penyelesaian masalah yang biasa timbul dalam pelayanan masyarakat dibidang kesehatan. Secara umum dapat memberikan fasilitas penanganan sejumlah data yang nantinya diolah dalam suatu teknologi informasi yang nantinya dapat menghasilkan suatu system informasi yang mengetengahkan data daripada para pelaku yang turut berkecimpungan didalam klinik, mulai dari pasien, dokter, perawat, petugas administrasis, sampai dengan data dari pihak pengelola klinik tersebut.
Proses pelayanan yang diberikan pada para pasien yang ada pada Klinik Umum & Rumah Bersalin Karnadi, masih kurang efektif dan efisien. Karena proses penanganan administrasi para pasien masih dilakukan secara manual. Mulai dari pendaftaran pasien sampai dengan perhitungan biaya yang ditangguhkan kepada pasien. Sehingga proses informasi berjalan dengan lamban yang akibatnya informasi yang dihasilkan untuk pasien maupun pihak klinik berjalan sangat lambat.
Terkait dengan hal tersebut dan untuk menciptakan sistem yang terintegrasi pada sebuah komputer, maka penulis mengangkat judul “Sistem Informasi Rawat Jalan Dengan Microsof Visual Basic 6.0 Pada Klinik Umum Dan Rumah Bersalin Karnadi.”
C. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka identifikasi masalah yang akan dijadikan dasar pembahasan dalam projek akir ini adalah:
1. Pengelolaan administrasi bagi pasien rawat jalan maupun rawat inap berjalan kurang efektif dan efisien. Hal ini kemungkinan disebabkan karena prosesnya masih dikerjakan secara manual.
2. Waktu yang dibutuhkan dalam hal proses administrasi pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap masih berjalan dengan lamban, sehingga pelayanan yang diberikan kepada para pasien belum berjalan secara maksimal
3. Laporan yang dihasilkan belum dapat diakses sewaktu-waktu
D. Pembatasan Masalah
Berhubung sistem yang ada pada Klinik begitu luas, maka penulis disini akan membahas seputar sistem yang ada pada bagian rawat jalan saja. Batasan dari projek ini pembuatan system informasi yang melingkupi:
1. Pendaftaran Pasien rawat jalan
2. Informasi Poli
3. Informasi dokter praktek
4. Informasi tindakan medis
5. Laporan tagihan kepada pasien rawat jalan
6. Pencetakan laporan
E. Tujuan Projek Akhir
Adapun yang menjadi tujuan proyek akhir ini adalah :
1. Tujuan Umum
Mengetahui keadaan sistem rawat jalan yang ada di Klinik Umum & Rumah Bersalin Karnadi
2. Tujuan Khusus
Pembuatan system informasi rawat jalan dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0, Cristal Report, dan Microsoft Acces yang mampu menghasilkan laporan internal dan eksternal yang valid dan sesuai dengan yang dibutuhkan pihak Klinik
Fase 2
D. Prosedur Pengumpulan Data
Untuk penyusunan tulisan ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
1. Studi Lapangan
Studi lapangan adalah penelitian yang dilakukan dalam kehidupan yang sebenarnya (Mardialis, 1995, hal 28). Studi lapangan ini dilakukan secara langsung di Klinik Umum & Rumah Bersalin Karnadi. Adapun pengumpulan data dengan menggunakan :
a. Metode Observasi
Yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung ke perusahaan yang terkait.
b. Metode Wawancara
Yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara Tanya jawab dengan pimpinan perusahaan dan karyawan yang berada di perusahaan tersebut.
2. Studi Perpustakaan
Yaitu penelitian yang didasarkan pada pengumpulan data kepertukaan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Studi ini ditempuh dengan cara :
· Melakukan pengumpulan data yang bersumber dari berbagai buku bacaan, baik itu buku yang bersifat ilmiah maupun buku yang bersifat umum.
· Melakukan pengumpulan data dari pengetahuan yang dimiliki penulis. Baik yang diperolehnya dari pengalaman maupun dari pendidikan yang ditempuh oleh penulis tersebut.
Jumat, 22 Mei 2009
Asumsi Peranan Penganalisis Sistem
Bab 1
Asumsi Peranan Penganalisis Sistem
A. Informasi
Informasi adalah sebuah sumber organisasi dimana harus diatur secara baik seperti daya lainnya. Biaya dihubungkan dengan proses informasi. Proses Informasi harus diatur untuk mendapatkan keunggulan potensial informasi.
Ada delapan katagori system informasi yaitu :
1. Transaction Processing Systems (TPS)
2. Office Automation Systems (OAS)
3. Knowledge Work System (KWS)
4. Management Information System(MIS)
5. Decision Support System (DSS)
6. Expert System (ES)
7. Group Decision Support Systems (GDSS)
8. Executive Support Systems (EES)
Teknologi baru diitengrasikan dengan system tradisional
Ecommerce menggunakan web untuk melakukan aktifitas bisnis
Enterprise Resource Planning (ERP) mengitengrasikan banyak system informasi yang berbeda dalam suatu perusahaan
Peralatan Wireless and handeld, termasuk mobile commerce (mcommerce)
Open source software
Keuntungan menggunakan Web :
Meningkatkan kepedulian terhadap ketersediaan layanan, produk, orang atau group
24 jam akses users
Disain interfase standard
Menciptakan system golbal
B. Fase Analisa dan Perancangan sistem
Analisa dan perancangan system adalah sebuah pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi masalah, kesempatan, tujuan, analisa aliran informasi organisasi dan rancangan system informasi terkomputer untuk menyelesaikan masalah.
Ø Analis Sistem berfungsi sebagai :
Konsultan bisnis
Men-support para expert dalam bisnis
Agen perubahan
Ø Analis Sistem adalah problem solvers, dan membbutuhkan keahlian komunikasi
Ø Analis Sistem harus beretika dengan user dan konsumen
Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Siklus Hidup pengembangan Sistem adalah sebuah pendekatan system untuk menyelesaikan masalah bisnis. Terdiri dari 7 fase. Setiap fase mempunyai aktifitas yang unik.
1. Fase 1
Ø Pengenalan
Masalah
Kesempatan
Tujuan
Ø Keterlibatan personal
Analis Sitem
Manajemen User
Manajemen sitem
2. Fase 2
Ø Menentukan kebutuhan informasi
Interview manajemen, operasi dan personal
Mengumpulkan dokumen system / opersi
Menggunakan questioner
Mengamati system dan keterlibatan personal
Menggunakan pertanyaan who, what, where, when, how, dan why
Ø Keterlibatan personal
Analis system
Manajemen user
Pekerja operasi
Manjemen sistem
3. Fase 3
Ø Analisa Kebutuhan Sistem
Membuat data flow diagrams
Dokumen prosedur logic untuk proses data flow diagram
Melengkapi kamus data / data dictionary
Membuat keputusan semistruktur
Mempersiapkan dan mempresentasikan proposal system
Merekomendasikan solusi optimal kemanajemen
Ø Keterlibata personal
Analis system
Manajemen user
Manajemen
4. Fase 4
Ø Merancang system yang direkomendasikan
Melakukan disain user interface
§ Disain output
§ Disain input
Disain control system
Disain file dan atau database
Menghasilkan spesifikasi program
Menghasilkan table atau pohon keputusan
Ø Personal involved
Analyst
System designer
User management
User operations workers
Systems management
5. Fase 5
Ø Mengembangkan dan mendokumentasikan program
Disain program computer menggunakan structure charts, Nassi-Schneiderman charts, and pseudicide
Pembuatan disain program
Pembuatan program computer
Dokumentasi software dengan help files, procedure manuals, dan Web situs dengan Frequently Asked Questions
Ø Keterlibatan Personal
Analis Sistem
Disainer system
Programmers
Manajemen sistem
6. Fase 6
Ø Testing dan Implementasikan system
Test and debug program computer
Test system computer
Peningkatan system
Ø Keterlibatan personal
Analis Sistem
Disainer system
Programmers
Manajemen sistem
7. Fase 7
Ø Implementasikan dan evaluasi system
Konversi Rencana
Pelatihan user
Pembelian dan installasi perangkat baru
Meng-Convert files
Installasi system
Melakukan Review and evaluasi system
Ø Keterlibatan personal
Analis Sistem
Disainer system
Programmers
Manajemen user
Pekerja operasi
Manajemen sistem
C. Perbaikan Sistem
Ø Rapid Aplication Development
Rapid Application Development (RAD) adalah pendekatan orientasi objek untuk pengembangan sistem
Ø Maintenance Sistem
Maintenance system adalah menghilangkan error yang tidak terdeteksi dan meningkatkan software yang ada
Waktu yang dihabiskan pada maintenance biasanya 48-60 persen dari waktu total
Ø Peningkatan Sistem
System yang ditingkatkan dengan alas an berikut :
- Menambah fitur tambahan pada system
- Kebutuhan bisnis dan pemerintah berubah setiap waktu
- Teknologi, hardware, dan software berubah sangat cepat
D. Tool CASE
Tool CASE adalah otomatis, paket software secara microcomputer untuk analisa dan didesain system. Ada empat alas an untuk penggunaan tool CASE yaitu:
1. Untuk meningkatkan produktifitas analis system
2. Perantara komunikasi antara analis dan user
3. Menyiapkan kontinuitas diantara fase siklus hidup
4. Untuk mengetahui pengaruh dari maintenance
Tool CASE dibagi menjadi bebrapa katogori yaitu:
Upper CASE (front-end CASE), digunakan untuk melakukan analisa dan disain
Lower CASE (back-end CASE).
Tool ini men-geterate kode sumber bahasa program dari disain CASE
Integrated CASE, melakukan fungsi upper and lower CASE
Analisa dan perancangan system berorientasi obyek
Ø Analisa dan disain berorientasi Obyek/Oriented (O-O) digunakan untuk membuat program berorientasi obyek
Ø Pemograman O-O tidak hanya mencakup kode tentang data, namun juga instruksi tentang operasi yang harus ditampilkan atasnya
Tipe Analisa dan Disain O-O
Ø Ada tiga analisa dan disain O-O :
Analisa berorientasi Obyek / Object-Oriented Analysis (OOA)
Disain berorientasi obyek / Object-Oriented Design (OOD)
Unifield Modeling Language (UML), suatu bahasa standar pemodelan berorientasi obyek
E. Metodologi Alternatif
Metodologi alternative adalah tersedia untuk analisa system.
Yang termasuk dalam metodologi alternatif yaitu :
Ø Prototyping
Ø ETHICS
Ø Project champions
Ø Soft System Methodologi
Ø Multi-view
Analisis dan Sistem Informasi
BAB I
Pendahulun
ANALISiS DAN SISTEM INFORMASI
1. Konsep Dasar Sistem
Prosedur : “Suatu sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan/untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.”
Prosedur adalah "rangkaian operasi klerika l (tulis-menulis), yang melibatkan beberapa orang di dalam satu/lebih departemen yang digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi- transaksi bisnis yang terjadi serta untuk menyelesaikan suatu kegiatan tertentu".
Urutan kegiatan digunakan untuk menjelaskan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya.
Penekanan pada elemen/komponennya : “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu”
Komponen-komponen /subsistem -subsistem tersebut tidak dapat berdiri lepas sendiri-sen
diri, tetapi subsistem - subsistem tersebut saling berinteraksi dan berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan/sasaran sistem tersebut dapat tercapai.
2. Karakteristik Sistem
a. Komponen-komponen (Components)
Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan bekerja sama membentuk satu kesatuan
b. Masukan (Input)
Energi yang dimasukkan kedalam system. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).
c. Keluaran (Output)
Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
d. Pengolah (Process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran
e. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)
Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan system
3. Klasifikasi Sistem
a. System Tertentu (Deterministic System)
Beroperas i dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti seh ingga keluarannya dapat diramalkan. System probabilitas (Probabilistic System). Sistem yang input dan prosesnya dapat didef inisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti.
b. System Terbuka (Open System)
Sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar.
c. Sistem Tertutup (Closed System)
Dimana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi, energi atau informasi dengan lingkungan diluar sistem tersebut.
d. Relatively Closed Sistem
Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh pengaruh lain.
e. Artificial System
Sistem yang meniru kejadian dalam system. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian dialam dimana manusia tidak mampu melakukannya.
f. Natural System
Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam. Contoh : laut, tata surya dan lain lain.
g. Manned Sistem
Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi ke ikutsertaan manusia.
Perancang sistem lebih banyak menggunakan metode “Relatively Closed dan Deterministic System”, karena sistem ini dalam pengerjaannya lebih mudah meramalkan hasil yang akan diperoleh dan lebih mudah diatur dan diawasi.
4. Jenis Sistem
Pada dasarnya sistem dibagi dua jenis, yaitu sistem alami seperti system matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dan lain sebagainya ; kedua, sistem buatan manusia seperti sistem hukum , sistem perpustakaan, sistem transportasi dan lain sebagainya.
Sistem yang akan dipelajari adalah sistem yang terotomasi, yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi atau dikontrol oleh satu/lebih computer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.
Sistem terotomasi terbagi dalam sejumlah kategori, yaitu :
a. On-line System
b. Real-Time system
c. Decision support system-strategic planning systems
d. Knowledge-based systems
5. Pelaku Sistem
Pelaku system terdiri dari komponen berikut ini:
a. Pemakai
b. Manajemen
c. Pemerikas
d. Penganalisa system
e. Pendesain system
f. Pemrograman
g. Personil Pengoperasian
6. Informasi
Memahami konsep dasar informasi adalah sangat pentin g (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah/metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Data VS Informasi
Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang dihadapi. Data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat terte ntu. Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk yang belum dapat memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya, sehingga perlu suatu model yang nantinya akan dikelompokkan dan diproses untuk menghasilkan informasi.
Definisi Informasi
Informasi adalah Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Informasi juga sesuatu yang nyata /setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan/kejadian. Definisi lain Informasi yaitu menggorganisasikan data untuk membantu dalam pengambilan keputusan tertentu/untuk tindakan dimasa yang akan datang/bukan berupa suatu tindakan untuk mencapai tujuan perusahaan (pilihan ini disebut juga dengan (business decision making).
7. Pengolahan Data (Data Processing)
P engolahan data merupakan masa/waktu yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan.
a. Data Input
Ø Recording transaction data ke sebuah pengolahan data medium
Ø Coding transaction data kedalam bentuk lain
Ø Storing data or information untuk pengambilan keputusan
b. Data Transformation
Ø Calculating, operasi aritmatik terhadap data field
Ø Summarizing, prose akumulasi beberapa data
Ø Classifying data group yang terdiri dari:
Categorizing data kedalam group berdasarkan karakteristik tertentu
Sorting data ke bentuk yang berurutan
Merging untuk dua atau lebih set data berdasarkan criteria tertentu
Matching data berdasar keinginan pengguna terhadap group data.
c. Information Output
Ø Displaying result
Ø Reproducing
Ø Telecommunicating
8. Siklus Informasi
Kualitas Informasi
Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh 3 hal, yaitu :
a. Relevan (Relevancy)
b. Akurat (Accuracy)
c. Tepat Waktu
d. Ekonomi
e. Efesien (Efficiency)
f. Dapat dipercaya (reability)
Nilai Informasi
Nilai informasi ditentukan dari: Manfaat (use) dan Biaya (cost). Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efe ktivitasnya. Pengukurannya dapat menggunakan analisis cost effectiveness/cost benefit.
Informasi dan tingkat manajemen
a. Informasi strategis
b. Informasi taktis
c. Informasi teknis
System informasi
Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan,
Manfaat System Informasi:
a. Organisasi, untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
b. Bank, untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening Koran dan transaksi yang terjadi
c. Perusahaan, untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia
9. Analisis dan Desain Sistem
Analisis sistem sangat bergantung pada teori sistem umum sebagai sebuah landasan konseptual. Tujuannya adalah untuk memperbaiki berbagai fungsi di dalam sistem agar lebih efisien, untuk mengubah sasaran sistem , untuk mengganti output, untuk mencapai tujuan yang sama dengan seperangkat input yang lain atau untuk melakukan beberapa perbaikan serupa.
Tahapan dalam menganalisis system
a. Definisi masalahnya
b. Pahami system tersebut dan buat definisinya
c. Alternative apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan modifikasi system tersebut
d. Pilih salah satu alternative yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya
e. Terapkan alternative tersebut
f. Jika memungkinkan harus mencoba mengevaluasi dampak dari perubahan yang telah dilakukan terhadap system.
10. Globalisasi Ekonomi
a. E-commerce dan E-Business
Sebagai akibat dari globalisasi dan meluasnya internet, bisnis berubah atau memperluas model bisnis untuk mengimplementasikan electronic commerce (ecommerce)/perdagangan elektronik dan electronic business (e- business)/bisnis elektronik. Internet secara fundamental mengubah aturan-aturan pelaksanaan bisnis.
b. Keamanan dan Privasi
Bersamaan dengan tumbuhnya ekonomi digital, masyarakat dan organisasi mengembangkan kesadaran tinggi akan isu keamanan dan privasi yang dilibatkan dalam ekonomi saat ini. Hal yang berhubungan dengan keamanan adalah isu privasi.
c. Kolaborasi dan Rekanan
Kolaborasi dan rekanan adalah tren bisnis signifikan yang mempengaruhi aplikasi system informasi.
d. Manajemen Aset Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil dari rangkaian bagaimana memperoses data mentah menjadi informasi yang berguna.
e. Continous Improvement dan Total Quality Management
Sistem informasi mengotomatisasi dan mendukung proses bisnis. Dalam usaha untuk terus-menerus memperbaiki proses bisnis. Continous Process Improvement memeriksa proses bisnis untuk mengimplementasikan serangkaian perubahan/perbaikan.
f. Design Ulang proses bisnis
System informasi hanya mengotomatisasi banyak hal yang tidak efisien ini. Oleh karena itu dibutuhkan suatu desain ulang proses bisnis.
g. Aplikasi Enterprise

